SATPOL PP NTB

gambar

Satpol PP Provinsi NTB dalam merealisasikan tugas pokok dan fungsinya, serta dalam rangka memenuhi salah satu indikator kinerja yang ingin disasar sesuai dengan apa yang tertuang dalam Renstra – Rencana Strategis – Satpol PP NTB untuk periode lima tahun; 2013 – 2018, telah mengerahkan tenaga ekstra selama bulan Ramadan 1436H/2015 M kemarin dengan menyusun agenda-agenda yang umumnya cukup dilaksanakan oleh bidang terkait. Paling tidak ada dua agenda utama yang patut menjadi perhatian setiap pihak terkait upaya Satpol PP NTB dalam menyikapi kedatangan bulan Ramadan terutama terkait dengan tibumtransmas (Ketertiba Umum dan Ketentraman Masyarakat). Kedua agenda yang dimaksud adalah (1) terkait keamanan, ketertiban dan ketentraman intern kantor Satpol PP serta seputaran kompleks kantor Gubernur NTB, Satpol PP NTB di bawah koordinasi Bidang Tibumtranmas, telah menerbitkan Surat bernomor 300/356/PolPP/2015, yang berisi perintah bagi anggota Satpol PP untuk mengerahkan tenaga bantuan (ekstra) untuk melaksanakan “Piket’ malam; (2) terkait dengan kepedulian korps terhadap ketertiban, keamanan dan ketentraman masyarakat di luar lingkungan kantor Gubernur NTB, telah menerbitkan surat dengan nomor 300/396/PolPP/2015, yang juga merupakan surat perintah untuk mewujudkan tibumtranmas di beberapa titik yang diduga sering terjadi gangguan tibumtranmas selama bulan Ramadan.     

Surat pertama, yaitu yang terkait ketentraman dan ketertiban intern lingkungan kantor Satpol PP pada khususnya, dan lingkungan kantor Gubernur NTB pada umumnya, merupakan perintah untuk mengerahkan tenaga bantuan (ekstra). Jika dikatakan tenaga bantuan (ekstra), berarti tentunya ada tenaga utama yang memang telah diperuntukkan untuk fungsi tersebut. Melalui surat tersebut ditambahkan satu regu setiap hari (malam) untuk membantu regu utama dalam melaksanakan piket malam di markas dan patroli di seputaran kantor Gubernur NTB. Tugas – pengerahan tenaga ekstra – tersebut mulai dilaksanakan pada seminggu sebelum masuknya bulan Ramadan sampai seminggu setelahnya. Tujuan dari pengerahan tersebut menyangkut dua hal yang saling terkait satu sama lain, yaitu untuk meningkatkan keamanan dan ketentraman intern kompleks kantor Gubernur dengan markas Satpol PP di dalamnya; dan untuk memperluas jangkauan koordinasi antar anggota dalam mengawasi kondisi dan situasi di sekitarnya. Maksudnya adalah dengan lebih banyaknya anggota maka jangkauan koordinasi akan semakin lebar, sehingga dapat meningkatkan keamanan dan ketentraman serta ketertiban intern kompleks kantor Gubernur NTB. Dengan bertambahnya anggota yang dikerahkan sejatinya akan mempermudah komunikasi dan pengelolaan ruang dan waktu selama bertugas.

Sementara itu surat yang kedua, terkait dengan kepedualian korps terkait ketertiban umum dan ketentraman di masyarakat luas, melalui surat tersebut juga dierintahkan anggota yang dibagi dalam 11 regu untuk melaksanakan patroli wilayah ke beberapa titik yang telah ditentukan. Jika merujuk pada surat tersebut saja, masing-masing regu akan mengunjungi 5 titik, artinya total yang dikunjungi oleh semua regu adalah 55 titik. Namun, sebenarnya itu bukan batasan, karena di bagian akhir surat dinyatakan bahwa “jika akan melakukan pengawasan ke titik di luar yang ditentukan agar berkoordinasi dengan penanggung jawab, Satpol PP setempat maupun instansi terkait lainnya”, yang artinya sejumlah titik yang telah ditetapkan itu adalah sebagai tujuan utama, jika memang diperlukan, tidak ada salahnya juga untuk mengunjungi titik lain, yang tentunya harus didahului atau melalui prosedur yang semestinya. Adapun kegiatan dari pelaksanaan patroli atau pengawasan wilayah tersebut sesuai arahan Kasat Pol PP NTB adalah (1) terutama untuk menjaga kenyamanan masyarakat dalam beribadah selama bulan Ramadan mengingat bulan Ramadan semakin banyak beredarnya “petasan’ yang suaranya juga semakin besar sehingga dapat mengganggu kenyamanan dan ketertiban masyarakat saat beribadah khususnya, dan saat beraktivitas pada umumnya; (2) mengawasi kemungkinan terjadinya gangguan terhadap ketertiban, keamanan, dan kenyamanan masyarakat mengingat pada bulan Ramadan banyak pihak yang “memanfaatkan momentum’ untuk mencari keuntungan dengan jalan yang tidak benar. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut adalah untuk membantu masyarakat dalam mewujudkan kenyamanan, keamanan, ketertiban dan ketentraman selama bulan Ramadan.

Adapun terkait hasil dari kegiatan tersebut dan mengacu pada tujuan akhir yang ingin diwujudkan sejak awal. Secara umum, dapat dikatakan bahwa kondisi keamanan, kenyamanan, ketertiban dan ketentraman masyarakat termasuk relatif terkendali. Mengenai masih adanya gangguan-gangguan di sejumlah titik yang tidak dapat dikunjungi hal itu menunjukkan bahwa kesempurnaan bukan di pihak Satpol PP, yang terpenting adalah kondisi yang lebih baik telah berhasil diupayakan. Selain itu, patut disyukuri juga bahwa masyarakat mulai merasa diyakinkan dengan cara-cara persuasif yang mulai dijalankan oleh anggota, bukan hanya Satpol PP tetapi juga pihak lain, seperti aparat penegak hukum lain (kepolisian), tokoh agama, tokoh masyarakat, dll melalui langkah-langkah persuasif masing-masing.

Akhirnya, jajaran Satpol PP NTB perlu mengucapkan terima kasih sebagai apresiasi terhadap semua elemen masyarakat yang dirasa telah berkenan berperan serta/berpartisipasi dalam mewujudkan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Tentunya, hal seperti ini diharapkan dapat terus terlaksana di masa-masa yang akan dating. Dan mengingat saat ini masih dalam suasana hari Raya, jajaran Satpol PP NTB juga mengucapkan selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan bagi seluruh masyarakat yang merayakan dan tentunya selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H/2015  M bagi seluruh masyarakat NTB yang merayakan.


SATPOL PP NTB © 2024

Jl. Gn. Rinjani No.2, Dasan Agung Baru, Kec. Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83125
(0370)647808